Rabu, 01 Desember 2010

menjadi arsitek yang "berkata ,berkarya dan berkaya"

seorang teman yang arsitek senior pernah berpapar kepada saya.
dia berkata" yuh , ada 3 macam arsitek di indonesia yang bisa kamu tekuni....
sebagai arsitek muda (walaupun sudah hampir tua) segera saya mengganguk tanda mengiyakannya.

selanjutnya dia berkata.
  1. arsitek "berkata" ,dengan ilmu dan wawasannya dia memaparkan apa yang ia yakini sebagai dasar berarsitektur ria, dan bahasa adalah teman terbaiknya ,dari hal yang kecil hingga sesuatu yang besar dia tela'ah menjadi paparan yang berupa kritik atau apresiasi pada sebuah isu yang berkembang di masyarakat.
  2. arsitek "berkarya ",dengan ilmu dan kreatifitasnya dia menghasilkan karya berupa desain dan bangunan yang berdiri megah mempercantik kota (walaupun ada yang memperburukkanya...hehehe),arsitek ini berkawan baik dengan meja gambar(yang sekarang sering hanya menjadi pemanis ruangan aja) ,tim work yang padat akan schedule dan deadline
  3. arsitek "berkaya", nah kalau yang ke tiga ini arsitek dengan bekal ilmu dan keuletannya dia dapat memenejemeni sebuah bisnis baik itu arsitektur ataupun non arsitektur menjadi sebuah industri yang besar, dan tentunyapun diiringi dengan hasil yang besar pula.
setelah selesai bercerita,saya balik bertanya: trus yang baik yang mana bang ?
yang "baik"...........ya ,yang sesuai dengan pribadimu tho...jawab sang senior dengan senyum seraya pamit pergi meninggalkan saya.