Senin, 30 Mei 2016

"OMAH AMOH" perjalanan beraksitektur lokal

ruang rapat kecil di lantai 2
 aritektur indonesia yang mencari jatidiri kebaruan menjadi konsentrasi kami saat mendesain rumah di kawasan lingkar timur sidoarjo. dimana material kami mencoba mendapatkan penekanan dari yang "ber"fungsikan menjadi "di"fungsikan dan "ter"fungsikan. seperti halnya rangkaian elektrikal yang biasanya di tanam dalam dinding kami mencoba memasang di luar dan kami kaitkan dengan penggantung sehingga bisa berfungsi sebagai pegangan dan sampiran kain batik koleksi kami.

elemen lokal yang dimanfaatkan menjadi bantalan stopkontak
pemanfaatan material bekas yang di pasang dan dirangkai menjadi dinding yg bisa dibuka tutup
selain itu sebuah pintu yang berfungsi sebagai penutup ruang kami coba difungsikan sebagai meja dan rak buku koleksi kami....:D
ada juga yang kami coba putarbalikkan semisal plesteran dinding sebagai finishingan seluruh ruangan
tangga menuju koridor lantai 2
kemudian pemasangan daunjendela yang tanpa kusen keliling. hanya kami coba membuat rangkaian seperti pemasangan genteng yang udara dapat masuk tapi air hanya sekedar lewat
kami mencoba alternatif lain dari yang semestinya dan yang seharusnya.bagi kami hal tersebut baik utk cara berfikir kami, tetapi kami juga tidak menampik bawasanya proyek ini melalui sebuah proses baik riset dan pengembangan yang kami lakulan di studio kami.
semoga alternatif ini bisa menjadi hal yang baik bagi kami dan arsitektur lokal yg mengkini...



fasade di suasana sore hari